Bisnis Ekspedisi Truck. Efektifkah Untuk Lintas Jakarta – Surabaya?

Bisnis Ekspedisi Truck – Jasa ekspedisi dengan armada truk tetap menjadi andalan untuk pendistribusian logistik lintas kota, termasuk Jakarta – Surabaya. Tumbuh suburnya bisnis ini berimbas pada kepadatan jalan raya yang semakin sulit diuraikan. Kepadatan jalan ini berakibat menurunnya profit sejumlah pengusaha jasa ekspedisi, terutama kendala macet yang berujung molornya pengiriman barang.

Lantas apa solusi terbaik untuk masalah ini?

Menjamurnya bisnis angkutan truk yang semakin menambah kepadatan jalan raya memang tak dapat dihindari. Meskipun para pelaku bisnis jasa pengiriman barang via truck (trucking) menghadapi kendala efisiensi biaya akibat keterlambatan pengiriman, mereka harus menyiapkan konsep bisnis yang lebih fresh ke depan. Salah satunya dengan memanfaatkan pengoperasian kereta api atau kereta barang.

Ritase Armada Bisnis Ekspedisi Truck Semakin Berkurang

Kepadatan jalan raya yang hampir pasti meningkat setiap tahunnya otomatis mengurangi tingkat ritase armada yang beroperasi. Saat ini untuk jarak tempuh Jakarta – Surabaya ritase armada truk rata-rata hanya 4 – 7 ritase. Karena itu pelaku bisnis ekspedisi barang harus siap memaksimalkan peran kereta api, terlebih kini telah hadir jalur lintas selatan dan jalur ganda rel Utara Jawa. Dalam hal ini untuk memaksimalkan bisnis, kereta api menjadi moda transportasi tambahan dengan truk tetap menjadi moda utama.

Fakta di lapangan mengindikasikan bahwa para pelaku bisnis ekspedisi truck semakin kewalahan melayani permintaan para konsumen yang rata-rata mempunyai frekuensi pengiriman yang padat dengan volume cukup besar. Misalnya, tak jarang jasa ekspedisi kurang bisa mengimbangi permintaan pengiriman dengan bobot barang mencapai 60 ton, hanya dengan target 1 hari harus tiba di Surabaya. Mau tak mau jasa angkut kereta harus dimaksimalkan sebaik-baiknya.

Sebenarnya tidak hanya itu, jumlah ritase yang harus terpangkas setiap tahunnya, membuat para pelaku bisnis ekspedisi truck terpaksa menanggung biaya operasional yang melonjak. Bisa dibilang untuk biaya BBM (solar) para pengusaha terpaksa mengeluarkan biaya 50% dari harga jasa.

Variasi Armada untuk Memangkas Biaya Operasional

Para pelaku bisnis jasa pengiriman barang juga memiliki peluang dalam hal pengangkutan dengan truk khusus dari stasiun kereta hingga ke lokasi konsumen. Cukup dengan variasi armada sesuai kebutuhan, mulai dari pick up, box, wing box, hingga truk trailer kemungkinan besar biaya operasional akan terpangkas cukup signifikan. tentunya tanpa harus membebani konsumen dengan tarif tinggi.

Pada intinya, ekspedisi truk tak lagi memungkinkan untuk kedepannya, profit stagnant sementara biaya operasional semakin bertambah. Fakta ini membuktikan bahwa secara strategis kondisi tersebut akan mengurangi efektivitas jasa ekspedisi via truk, dimana tarif semakin mahal akibat daya saing industri skala nasional.

Parahnya, kadang tarif ekspedisi Jakarta – Surabaya harganya sama atau lebih mahal dibandingkan import langsung dari Vietnam. Efeknya banyak produsen mengalihkan target ke beberapa negara Asean. Apalagi setelah AEC 2015 mulai diberlakukan, ekspedisi dari negara-negara Asean bisa hanya menggunakan satu buah kapal besar, yang kenyataannya untuk sampai di Surabaya biayanya jauh lebih rendah.

Kendala Moda Transporasi Kereta

Pilihan kereta api sebagai penyeimbang ekspedisi truk Jakarta – Surabaya menurut beberapa pengusaha ternyata masih terdapat beberapa kendala. Banyak yang mengatakan bahwa kereta api belum mampu menunjukkan penurunan biaya sehingga dianggap kurang kompetitif dibanding pengiriman via trucking.

Oleh sebab itu cukup banyak para pelaku bisnis jasa ekspedisi yang berharap ada pembangunan sejumlah pusat distribusi hingga pembenahan untuk mempermudah akses stasiun barang. Melalui sistem yang telah terintegrasi otomatis volume dan pengumpulan barang dari konsumen juga lebih meningkat.

Apapun solusinya, yang pasti para pelaku bisnis ekspedisi truck tidak bisa terus menerus mengandalkan armada truk seiring semakin padatnya jalan raya sekarang ini. Jika kereta api adalah solusi terbaik sebagai fasilitas sarana angkut tambahan, mau tak mau para pelaku bisnis harus mencoba, tentu dengan perhitungan untung dan ruginya.