Usulan Ojol Diganti Bajaj atau Bentor, Bikin Geram Beberapa Komunitas

0 29

Cargo.id – Gabungan Aksi Roda Dua (garda) merupakan salah komunitas yang tergabung dalam Asosiasi Ojek Online, memberikan respon terhadap pengamat yang mengatakan bahwa Ojol dan beberapa ojek konvensional harus diganti dengan Bajaj dan Bentor.

Usulan itu disampaikan Felix Iryantomo, Peneliti Senior Institut Studi Transportasi (Instran) dan Djoko Setijowarno, Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat menyikapi isu penggantian kebijakan dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ke new normal.

Ia menyebut ojek online tak cocok digunakan pada masa new normal di tengah pandemi corona (Covid-19). Mereka menilai penggunaan sepeda motor sebagai moda transportasi umum tidak mendukung gerakan jaga jarak.

Baca juga : Kiat Membangun Bisnis Sewa Mobil Box

Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia Igun Wicaksono mengatakan ucapan yang disampaikan pengamat itu merugikan banyak pihak terutama pengemudi ojol.

“Garda mengingatkan kepada rekan-rekan pengamat transportasi agar tidak menilai ojol dari satu aspek dari satu sisi negatif ojol jangan asal jeplak, jangan bicara negatif terus terhadap ojol tanpa pertimbangan kesiapan ojol dalam menghadapi new normal,” dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia, Rabu (3/6).

“Adanya pendapat-pendapat dari beberapa pengamat yang selalu memberikan kritik negatif seakan menggambarkan dan meminta bahwa pemerintah harus hentikan operasional ojol, dinilai Garda sangat merugikan,” sambung Igun.

Igun mengatakan sebelum menyampaikan pendapat seharusnya pengamat mempertimbangkan segala sektor. Contohnya masyarakat yang mencari nafkah sebagai pengendara ojek dan jutaan rakyat Indonesia pengguna jasa.

“Sebaiknya pengamat transportasi berikan kritik yang membangun bagi ojol, bukannya tendensi agar dilarang beroperasi di Indonesia ini dengan dalih ojol bukan bagian alat transportasi umum,” kata Igun.

Sejauh ini, pihak Garda dan ojol lainnya telah mempersiapkan standar protokol kesehatan bagi pengemudi ojol saat diperbolehkan membawa orang kala new normal.

Baca juga : Rencana Bajaj Jadi Pengganti Ojol Karena Dinilai Lebih Aman

Protokol yang sudah disiapkan antaranya pengendara selalu menjaga kebersihan diri, penumpang membawa helm sendiri, hingga sekat plastik yang dapat digunakan sebagai pembatas antara penumpang dan pengendara agar tak bersentuhan langsung.

Seperti diketahui selama PSBB keleluasaan ojek online mengangkut penumpang dibekukan sementara oleh aplikator menyesuaikan aturan pemerintah. Layanan ojol hanya untuk mengantar barang.

Sedangkan new normal, asosiasi ojol berharap bisa membantu masyarakat yang membutuhkan angkutan sepeda motor.

Leave A Reply

Your email address will not be published.