Perusahaan Software Anchanto Siap Bantu Digitalisasi Sektor Logistik

0 28

Anchanto sebuah perusahaan pengembang Software asal Singapura memberikan dukungannya kepada ekosistem digital yang tengah berkembang di Indonesia. Anchanto sendiri sudah berdiri sejak tahun 2011, dan siap membantu para pelaku UKM di Indonesia, untuk memperkuat kanal eCommerce.

Anchanto menawarkan solusi teknologi layanan manajemen logistik, manajemen pergudangan, manajemen katalog yang memudahkan penjualan melalui multiple eCommerce channels.

Solusi Anchanto telah digunakan oleh berbagai bisnis dan UKM di Indonesia, bahkan oleh bisnis-bisnis yang sudah go global. Target pasar Anchanto diantaranya penjual-penjual eCommerce, UKM, berbagai brand, penjual retail, e-distributor, bisnis pendukung eCommerce, penyedia jasa e-commerce, pergudangan, dan berbagai perusahaan logistik pihak ketiga (3PL).

“Pelanggan UKM kami sebagian besar bergerak dalam sektor bisnis Fashion, Elektronik, Kesehatan & Kecantikan, Obat-obatan, serta segmen Mom & Baby Care. Di Indonesia, kami telah bekerjasama dengan Telkom Indonesia untuk mendorong UKM terjun ke e-commerce. Kerjasama ini memungkinkan UKM mengoptimalkan teknologi terbaru dan mendapat pendampingan terbaik untuk terjun ke e-commerce dan menumbuhkan bisnis mereka,” kata Co-Founder dan CEO Anchanto Vaibhav Dabhade, kemarin.

Berdasarkan studi yang dilakukan Google dan Temasek, Indonesia diperkirakan akan menjadi pelopor pertumbuhan US$240 miliar Asia Tenggara pada tahun 2025. Namun demikian, dengan potensi angka pertumbuhan ini, Indonesia masih belum memiliki sistem eCommerce yang terintegerasi. Di sinilah Anchanto hadir melalui solusi sistem digital yang dapat membantu stabilitas ekosistem eCommerce di Indonesia.

Bisnis eCommerce di Indonesia menghadapi tantangan yang cukup signifikan dalam hal pengelolaan penjualan melalui berbagai kanal (multiple e-commerce channels). Bahkan para pelaku bisnis pergudangan dan 3PL, yang ingin melayani berbagai brand dan penjual, sekuat tenaga mengelola operasional B2B dan B2C dengan aset dan sumber daya manusia yang ada.

“Membatasi jumlah kanal penjualan akan secara langsung mengurangi potensi profit. Selain itu, berinvestasi menambah karyawan dan aset untuk mengelola kanal tambahan juga akan berdampak pada keterbatasan biaya. Di sinilah arsitektur software modern Anchanto membantu para pelaku bisnis di Indonesia,” ujar Dabhade.

Dikarenakan bisnis eCommerce mengalami peningkatan trafik dan pemesanan yang cukup signifikan diantara bisnis yang lain sepanjang pandemi COVID-19, khususnya di kategori- kategori yang menjadi kebutuhan dasar seperti bahan pangan, obat-obatan, suplemen kesehatan, hal pertama yang mereka butuhkan adalah mengelola inventori mereka secara benar. Ini penting bagi para penjual untuk mempersingkat proses inventorisasi mereka, dan memastikan inventori mereka secara tepat terhubung dengan seluruh kanal penjualan. Namun demikian, memenuhi tingginya permintaan pelanggan dan memastikan bahwa seluruh unit inventori dikelola di setiap kanal, tidak mungkin dapat dilakukan tanpa bantuan sistem.

Bahkan elemen-elemen proses pemesanan seperti pengambilan, pengemasan, pencetakan label pengiriman barang & invoice juga akan menjadi rumit karena dalam waktu yang bersamaan juga diperlukan pengelolaan berbagai kanal penjualan. Banyak pelaku bisnis yang mengalami peningkatan volume permintaan hingga 10 kali lipat beberapa hari terakhir ini. Mereka saat ini menyadari bahwa mereka memerlukan kapasitas untuk mengelola volume yang semakin meningkat tidak hanya untuk beberapa hari, tetapi beberapa bulan mendatang.

“Sistem Anchanto membantu pelaku bisnis untuk mengelola kanal operasional e-commerce secara menyeluruh dalam satu platform, dengan efisiensi maksimal. Pelaku bisnis dapat menggunakan platform Anchanto untuk mulai mengelola operasional mereka seperti pengelolaan persediaan, pemesanan, harga, promosi, pencatatan, laporan, dan banyak lagi, pada beragam kanal-kanal penjualan dari satu platform terpusat,” katanya.

Untuk bagian logistik, Anchanto memiliki integrasi yang siap digunakan bermitra dengan berbagai penyedia jasa pengiriman di wilayah regional. Pelaku bisnis dapat mengoptimalkan mitra-mitra ini untuk mengirimkan pesanan pelanggan.

Prediksi

Pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan perilaku berbelanja masyarakat yang berbeda-beda di setiap kategori.

“Terdapat peningkatan permintaan pada kategori kebutuhan sehari-hari seperti bahan pangan, obat-obatan, suplemen kesehatan, peralatan olahraga (gym weight training equipment), power banks, furniture bekerja seperti meja, kursi, peralatan kerajinan dan proyek (craft kits & projects). Pada saat yang bersamaan, terdapat juga penurunan yang tajam di kategori yang lain seperti aksesori traveling seperti kamera, koper dan peralatan camping, peralatan pesta & event, kacamata, aksesori mewah dan peralatan outdoor lainnya,” ungkap Dabhade.

Permintaan juga diprediksi meningkat di beberapa kategori saat Ramadan dan jelang Idul Fitri ini. Oleh sebab itu, meskipun secara keseluruhan volume permintaan mengalami penurunan sepanjang pandemi COVID-19, namun beberapa kategori tertentu diperkirakan mengalami pertumbuhan yang signifikan pada periode Ramadan ini

Pembatasan pergerakan dikarenakan pandemi COVID-19 memberikan dampak yang besar pada sektor logistik. Dengan volume transaksi eCommerce yang secara keseluruhan mengalami penurunan di berbagai negara, termasuk di Indonesia, para pelaku bisnis tetap berupaya kuat menjalankan operasional bisnis mereka dan berupaya beroperasi secara efisien. Adanya peningkatan biaya kargo internasional hingga 3-4 kali, ditambah dengan pembatasan mobilitas domestik menyebabkan biaya operasional dan pengiriman menjadi sangat tinggi untuk e-commerce lintas negara.

Selama pandemi COVID-19 ini masih berlangsung, para pelaku bisnis dapat segera mengubah fokus mereka untuk mulai melayani bisnis yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. Hal ini penting dilakukan karena ketika para pelaku bisnis sudah mengeluarkan biaya tinggi untuk beroperasi, mencapai efisiensi dan produktivitas menjadi lebih penting dari sebelumnya. Kendala tertentu seperti pembatalan atau pengembalian selama pandemi ini juga dapat menjadi pelajaran tambahan bagi para pelaku bisnis, sehingga ke depannya pelaku bisnis akan lebih kuat.

“Platform Anchanto dapat membantu pelaku bisnis logistik menjalankan operasional yang bebas dari kesalahan (error-free) dan memastikan efisiensi dilakukan dengan maksimal melalui pengelolaan logistik dan pergudangan eCommerce yang otomatis dan terintegerasi. Ini tidak hanya membantu pelaku bisnis untuk meminimalisir pengeluaran, namun juga membantu pelaku bisnis untuk siap mengejar ketinggalan dan lebih gesit lagi melaksanakan operasional bisnisnya ketika situasi normal kembali di masa mendatang,” tutup Dabhade.

Leave A Reply

Your email address will not be published.