Di Semarang Aktifitas Truk Ekspedisi Terlihat Menurun

0 26

Cargo News – Kota Semarang menjadi salah satu kota dalam kode merah karena wabah Covid-19, Hal ini membuat kegiatan angkutan logistik truk angkutan barang merosot, berlaku pada jasa ekspedisi baik muatan ekspor, impor dan domestik.

” Sekarang cuman tersisa 30-40% saja aktivitas Di Jawa tengah – Yogyakarta, Ucap Bambang Widjanarko, Wakil Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jateng – DI Yogyakarta.

Dijelaskan, hal itu dipengaruhi juga oleh kondisi Ibu Kota DKI Jakarta yang sedang menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) untuk menahan penyebaran pandemi tersebut. Tentu banyak bidang usaha, dan industri yang mengurangi aktivitasnya bahkan tutup. Akhirnya memengaruhi aktivitas angkutan barang yang menuju atau keluar DKI Jakarta dan sekitarnya menuju Jawa Tengh-DI Yogyakarta.

Baca juga : Jasa Pindahan Rumah Di Jakarta Dengan Harga Dan Layanan Terbaik

”Lama-lama bisa jadi tinggal truk yang khusus angkutan bahan pangan saja sekitar 10-20 persen,” lanjut Bambang. Pihaknya mengakui, saat ini banyak pengusaha yang bahkan belum punya strategi apapun untuk menghadapi situasi seperti ini. Di sisi lain, asosiasi berkomitmen menjaga stabilitas pasokan bahan makanan, kesehatan, dan lain-lain untuk didistribusikan ke segala daerah.

”Sebab, wabah virus ini juga tidak jelas kapan akan berakhir. Jadi, sekarang ya cuma bisa mengikuti aturan dan berusaha untuk tetap bertahan dahulu,” tegasnya. Perihal keinginan untuk mendapatkan insentif tertentu dari pemerintah, organisasi menjabarkanya.

Secara resmi melalui DPP Aptrindo pusat telah membuat surat permohonan resmi ke Menko Perekonomian agar usaha yang bergerak di bidang ekspedisi ini mendapat insentif sepeti bahan bakar minyak (BBM).

”Kami harus bertahan. Apalagi asosiasi kami saja di Jateng-DIY terdapat setidaknya 160 anggota. Dengan pekerja yang berhubungan dengan ini ada bisa sekitar 7-10 ribuan,” kata Bambang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.