Singapura Alami Kemunduran Ekonomi, Logistik Laut Indonesia Ikut Terancam

0 36

Cargo.id – Kabar mengenai Negara tetangga Singapura Menalami resesi Ekonomi, ini akan berdampak pada sektor pelayaran dan pelabuhan di Indonesia, khususnya sektor logistik.

Prediksi dampak yang akan terjadi mencapai 41,2 persen. Terlebih, kontribusi volume kargo khususnya berbasis nilai tambah tinggi dalam kemasan kontainer cukup dominan yaitu secara akumulatif mencapai 25 persen.

Ketua DPP Indonesia National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan merosotnya ekonomi Singapura juga akan berdampak pada industri pelayaran Indonesia, tetapi pihaknya belum dapat memastikan besarannya.

“Seberapa besar dampaknya, ini yang belum bisa dipastikan. Yang pasti, kondisi ini akan berdampak aktivitas impor bahan baku industri yang melalui Singapura, bahkan yang dari negara produsen langsung pun sudah lebih dulu terdampak,” Menurutnya, sektor pelayaran Indonesia masih dapat bertahan, karena secara pasar lebih banyak bertumpu pada pasar logistik di domestik, yang mana pertumbuhannya akan berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga : Bagaimana Cara Memilih Jasa Pindahan Kantor?

Di sisi lain, Pakar kemaritiman Institut Teknologi Surabaya (ITS) Raja Oloan Saut Gurning mengatakan bagi Indonesia, penurunan luaran ekonomi Singapura diperkirakan memberikan pengaruh yang cukup penting bagi Indonesia. Termasuk sektor pelayaran dan pelabuhan termasuk logistik maritim Indonesia.

“Pasalnya, secara rata-rata secara agregat, kontribusi volume kargo dan trafik kapal khususnya berbasis nilai tambah tinggi dalam kemasan kontainer cukup dominan yaitu secara akumulatif sekitar 25 persen baik aliran datang [inbound] ke Indonesia dan ke Singapura dari Indonesia [outbound],” terangnya.

Dalam dua tahun belakangan ini (2018-2019) dari sekitar 11-12 Juta TEUs kontainer internasional Indonesia diperkirakan 3-4 juta TEUs ditangani di Singapura baik dalam bentuk kargo umpan (feedering) akibat layanan transhipment di sana, maupun kargo yang diturunkan di dan dari Singapura karena ada proses manufaktur lanjut yang memberi nilai tambah luaran barang.

“Resesi Singapura yang cukup besar ini diperkirakan akan mengurangi porsi trafik dan volume kargo pengumpan [feedering] dan kargo tujuan langsung [direct-call] dari perdagangan internasional lewat laut Indonesia,” tegasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.