Pasar Angkutan Darat Wajib Waspada Dengan Ekspansi Kerata Api Logistik

0 12

Cargo.id – KA Logistik dari PT Kereta Api Indonesia terus merambah pasar angkutan logistik, mereka bahkan terus menambah jenis barang yang bisa mereka kirim bukan hanya dari bisnis yang ada saat ini tapi juga barang lain yang selama ini biasa diangkut dengan truck.

Komisaris KAI, yang juga menjadi Staf Ahli Menteri Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan, Cris Kuntadi mengatakan selama ini Kalog hanya melayani angkutan barang, angkutan semen dan minyak. Namun, ke depannya bisa ditambah untuk dapat mengangkut kelapa sawit yang selama ini diangkut dengan truk.

“Kalau batu bara kan sudah ada aturan Pergub untuk tidak diangkut truk. Kalau muatan lain yang biasa dibawa truk padahal ada jalur kereta, itu bisa ditarik oleh kereta, misal hasil seperti sawit, CPO, atau TBS [Tandan Buah Segar],” jelasnya, Minggu (9/8/2020).

Cris meyakini untuk secara nasional pemerintah akan mendapatkan manfaat lebih banyak ketika angkutan barang itu dibawa oleh dengan kereta dibandingkan dengan truk.

Selama ini Kalog berfokus pada pengangkutan batu bara di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Di Stasiun Bongkar Batubara Kertapati akan dapat memaksimalkan kembali pengangkutan rangkaian kereta batu bara sebanyak 11-12 rangkaian kereta pada bulan ini.

Kertapati mengalami kenaikan volume pengangkutan pada Semester I/2020 yakni sebesar 8,1 juta ton dibandingkan dengan Semester I/2019 yang hanya sebesar 7 juta ton.

Selain itu pengembangan dan peningkatan angkutan barang juga dilakukan dengan menambah apron baru yang dapat mempercepat pembongkaran batubara. Ada dua apron, yakni untuk pembongkaran dengan menggunakan sekaligus 3 gerbong.

Kemudian, lanjutnya, terdapat satu lagi yang sekaligus untuk membongkar 5 gerbong. Pembongkaran satu rangkaian kereta berjumlah 45 rangkaian memakan waktu maksimal 1 jam.

Senior Manager Wilayah Sumatera PT Kalog Ferdian Pardosi menjelaskan saat ini stasiun muat barang seperti batu bara, semen, dan BBM yang dikelola memiliki empat terminal di Sumatera Selatan yaitu di Stasiun Sukacinta, Banjarsari, dan Muara Lawai sementara untuk stasiun bongkar ada di Kertapati.

Sektor Logisktik Minus, Ekspor Impor Merosot Di Semester Ke 1 Tahun Ini

Leave A Reply

Your email address will not be published.